Desa Wisata Bugisan kembali menunjukkan komitmennya sebagai desa budaya yang aktif menjaga warisan tradisi melalui penyelenggaraan Festival Candi Kembar. Festival ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk merawat, mengenalkan, sekaligus mengembangkan kebudayaan lokal di kawasan bersejarah Candi Plaosan yang dikenal sebagai “Candi Kembar”.
Mengusung semangat “Spirit Pelestarian Budaya di Desa Wisata Bugisan”, festival ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dari 8 RW di Desa Bugisan. Warga hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam setiap rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, kirab budaya, pertunjukan seni, pengelolaan kuliner tradisional, hingga penyambutan wisatawan.
Festival Candi Kembar menjadi bukti bahwa pelestarian budaya akan terus hidup ketika masyarakat terlibat secara langsung. Gotong royong warga terlihat dalam penataan kawasan, pembuatan dekorasi tradisional, penyediaan homestay, hingga keterlibatan generasi muda sebagai pemandu wisata dan pengisi acara budaya. Semangat kebersamaan inilah yang menjadikan festival tidak sekadar hiburan, tetapi juga gerakan sosial dan budaya masyarakat Bugisan.
Salah satu daya tarik utama festival adalah hadirnya lebih dari 50 pertunjukan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia yang berpadu dengan seni tradisional khas Bugisan. Beragam penampilan seperti tari tradisional, karawitan, jathilan, wayang, musik etnik, seni topeng, teater rakyat, hingga pertunjukan budaya nusantara ditampilkan secara bergantian di kawasan festival. Kehadiran kesenian dari berbagai daerah ini menjadi simbol persatuan budaya Indonesia yang tumbuh harmonis di Bugisan.
Tidak hanya menjadi panggung seni, Festival Candi Kembar juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Anak-anak dan pelajar dilibatkan dalam workshop membatik, melukis topeng, permainan tradisional, karawitan, hingga edukasi sejarah Candi Plaosan. Dengan cara ini, budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan secara langsung kepada generasi penerus.
Festival ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. UMKM lokal, pedagang kuliner tradisional, pengrajin suvenir, kelompok seni, hingga pengelola homestay mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan selama festival berlangsung. Produk-produk lokal Bugisan seperti kuliner tradisional, kerajinan topeng, dan hasil kreatif warga menjadi bagian penting dalam pengalaman wisata budaya yang ditawarkan.
Dengan latar megah Candi Plaosan dan semangat gotong royong seluruh warga, Festival Candi Kembar telah berkembang menjadi ikon budaya Desa Wisata Bugisan. Festival ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga identitas budaya, memperkuat kebersamaan, serta memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada dunia.
Melalui Festival Candi Kembar, Desa Wisata Bugisan membuktikan bahwa budaya akan terus hidup ketika masyarakat menjadi bagian dari pelestariannya. Dari Bugisan, semangat menjaga warisan leluhur terus dinyalakan untuk generasi hari ini dan masa depan.






