PAKET WISATA
Edutrip Half Day
Desa Wisata Bugisan menghadirkan paket edutrip edukatif dan menyenangkan yang mengajak peserta belajar langsung bersama masyarakat desa melalui berbagai aktivitas budaya dan lingkungan. Kegiatan yang dapat diikuti antara lain menanam padi, melukis topeng, membuat ecoprint, membuat lilin aromaterapi, mewarnai wayang, belajar sejarah Candi Plaosan, bermain karawitan, edukasi pengelolaan sampah, hingga praktik membuat jamu tradisional. Program ini dirancang interaktif sehingga cocok untuk anak-anak, pelajar, keluarga, maupun komunitas yang ingin merasakan pengalaman belajar sambil berwisata di desa. Paket edutrip tersedia dengan harga mulai Rp60.000 per peserta dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan rombongan wisata.
Amazing Race
Desa Wisata Bugisan menghadirkan Paket Amazing Race, sebuah permainan edukatif yang memadukan petualangan, budaya, dan kerja sama tim dalam suasana pedesaan yang seru dan interaktif. Peserta diajak menjelajahi desa menggunakan sepeda, andong, gerobak sapi, atau berjalan kaki sambil mengenakan pakaian tradisional lurik. Setiap pos menghadirkan tantangan budaya seperti bermain gejog lesung, pring sedapur, karawitan, jatilan, membuat emping, ecoprint, meracik jamu tradisional, hingga menanam padi bersama warga. Paket ini cocok untuk pelajar, komunitas, keluarga, maupun outing perusahaan yang ingin merasakan pengalaman wisata budaya yang unik dan berkesan di kawasan Candi Plaosan.
Live In
Desa Wisata Bugisan menghadirkan Paket Live In, sebuah pengalaman tinggal bersama warga desa untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat pedesaan yang penuh budaya, kebersamaan, dan kearifan lokal. Peserta akan menginap di homestay warga serta mengikuti aktivitas sehari-hari seperti bertani, memasak makanan tradisional, belajar kesenian desa, membuat jamu, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar. Melalui program ini, peserta tidak hanya belajar tentang budaya dan tradisi lokal, tetapi juga membangun rasa gotong royong, kemandirian, serta pengalaman hidup yang hangat dan berkesan di kawasan sekitar Candi Plaosan.
TESTIMONI
Desa Wisata Bugisan menawarkan pengalaman yang unik melalui perpaduan sejarah, budaya, dan alam dalam satu perjalanan. Dengan keberadaan Candi Plaosan sebagai daya tarik utamanya, desa wisata ini mampu menghadirkan pengalaman edutrip yang berkesan bagi wisatawan. Interpretasi yang disampaikan juga dapat diterima dengan baik oleh peserta kami yang mayoritas berusia 2,5–14 tahun. Beragam aktivitas workshop yang tersedia dikemas secara menarik dan didukung oleh pemandu yang komunikatif serta interaktif. Hal ini sejalan dengan konsep edutrip yang kami usung, yaitu pendekatan eksplorasi sebagai edukasi yang tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.
Desa Wisata Bugisan membuktikan bahwa kearifan lokal yang dikemas kreatif bisa menjadi magnet luar biasa bagi wisatawan! Menawarkan ragam experience tematik yang berkualitas seperti jelajah Candi Plaosan hingga seni Gejok Lesung, Bugisan sukses menjadi salah satu desa wisata dengan transaksi terbanyak di marketplace Atourin. Proud partner!
Dengan berkunjung ke desa wisata Bugisan, kita seolah-olah memasuki lorong waktu.. jembatan antara peradaban masa lalu, dan masa depan di Dunia yang semoga lebih baik di tangan kita. Mewujudkan Dunia lebih baik dimulai dari diri kita sendiri. Di Bugisan kita dapat mencharge diri kita dengan paket wisata wellness dengan menerapkan slow living yang tujuannya kembali menemukan diri kita, menghayati kebermaknaan, dan berdialog dengan diri. Anda tak akan pernah menyadari dahsyatnya dampak self care pada produktivitas dan kesehatan mental kita. Datang ke Bugisan, berkeliling ke berbagai aktivitas dan tantangan, terlahir sebagai manusia lebih baik version anda sendiri
TENTANG KAMI
Lokasi
Desa Wisata Bugisan merupakan desa wisata berbasis budaya, sejarah, dan lingkungan yang berada di kawasan sekitar Candi Plaosan. Desa ini dikenal melalui berbagai kegiatan pelestarian budaya Jawa, pengembangan ekonomi kreatif masyarakat, serta pengelolaan wisata berbasis komunitas. Dengan semangat “ngrawat budaya lan nyengkuyung alam”, masyarakat Bugisan menghadirkan pengalaman wisata edukatif, seni tradisi, jelajah heritage, hingga festival budaya seperti Festival Candi Kembar. Didukung keramahan warga dan suasana pedesaan yang asri, Desa Wisata Bugisan terus berkembang menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang menghubungkan warisan budaya, alam, dan kehidupan masyarakat lokal.
KONTAK
Alamat: Desa Wisata Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
Email: desawisatabugisan@gmail.com
Whatapps: +6287778663228 (Rini)
Desa Wisata Bugisan kembali menunjukkan komitmennya sebagai desa budaya yang aktif menjaga warisan tradisi melalui penyelenggaraan Festival Candi Kembar. Festival ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk merawat, mengenalkan, sekaligus mengembangkan kebudayaan lokal di kawasan bersejarah Candi Plaosan yang dikenal sebagai “Candi Kembar”.
Mengusung semangat “Spirit Pelestarian Budaya di Desa Wisata Bugisan”, festival ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dari 8 RW di Desa Bugisan. Warga hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam setiap rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, kirab budaya, pertunjukan seni, pengelolaan kuliner tradisional, hingga penyambutan wisatawan.
Festival Candi Kembar menjadi bukti bahwa pelestarian budaya akan terus hidup ketika masyarakat terlibat secara langsung. Gotong royong warga terlihat dalam penataan kawasan, pembuatan dekorasi tradisional, penyediaan homestay, hingga keterlibatan generasi muda sebagai pemandu wisata dan pengisi acara budaya. Semangat kebersamaan inilah yang menjadikan festival tidak sekadar hiburan, tetapi juga gerakan sosial dan budaya masyarakat Bugisan.
Salah satu daya tarik utama festival adalah hadirnya lebih dari 50 pertunjukan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia yang berpadu dengan seni tradisional khas Bugisan. Beragam penampilan seperti tari tradisional, karawitan, jathilan, wayang, musik etnik, seni topeng, teater rakyat, hingga pertunjukan budaya nusantara ditampilkan secara bergantian di kawasan festival. Kehadiran kesenian dari berbagai daerah ini menjadi simbol persatuan budaya Indonesia yang tumbuh harmonis di Bugisan.
Tidak hanya menjadi panggung seni, Festival Candi Kembar juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Anak-anak dan pelajar dilibatkan dalam workshop membatik, melukis topeng, permainan tradisional, karawitan, hingga edukasi sejarah Candi Plaosan. Dengan cara ini, budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan secara langsung kepada generasi penerus.
Festival ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. UMKM lokal, pedagang kuliner tradisional, pengrajin suvenir, kelompok seni, hingga pengelola homestay mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan selama festival berlangsung. Produk-produk lokal Bugisan seperti kuliner tradisional, kerajinan topeng, dan hasil kreatif warga menjadi bagian penting dalam pengalaman wisata budaya yang ditawarkan.
Dengan latar megah Candi Plaosan dan semangat gotong royong seluruh warga, Festival Candi Kembar telah berkembang menjadi ikon budaya Desa Wisata Bugisan. Festival ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga identitas budaya, memperkuat kebersamaan, serta memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada dunia.
Melalui Festival Candi Kembar, Desa Wisata Bugisan membuktikan bahwa budaya akan terus hidup ketika masyarakat menjadi bagian dari pelestariannya. Dari Bugisan, semangat menjaga warisan leluhur terus dinyalakan untuk generasi hari ini dan masa depan.
Kuliner
Makanan Khas
Sego Wiwit bukan sekadar hidangan tradisional, tetapi juga simbol rasa syukur masyarakat Jawa atas berkah hasil bumi yang melimpah. Disajikan di atas tampah dengan alas daun pisang, aneka lauk khas seperti telur rebus, tempe, ikan teri, urap sayuran, dan serundeng berpadu menciptakan cita rasa yang autentik dan menggugah selera. Di Desa Wisata Bugisan, tradisi Sego Wiwit menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus dilestarikan. Setiap sajian menghadirkan cerita tentang kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada alam yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat. Menikmati Sego Wiwit bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengajak kita merasakan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sebuah pengalaman kuliner yang sederhana, namun sarat makna dan kenangan.









